Tuesday, 15 July 2014

Mencegah penelantaran dan eksploitasi anak melalui pertemuan peningkatan kapasitas keluarga

Astrid Gonzaga Dionisio, Child Protection Specialist

Yogyakarta, Juni 2014 - Ketika saya menghadiri sebuah diskusi tentang perlindungan anak di Yogyakarta baru-baru ini, ada satu peserta yang sangat menonjol.

Ibu Prihatin adalah lulusan SMP dari Kabupaten Kulon Progo dan seorang ibu dari tiga anak dan. Dia sangat mengerti dengan baik jenis-jenis dukungan yang dibutuhkan anak-anaknya agar mereka berhasil di sekolah, dan dia sering berbicara tentang hal ini.

"Kita harus memastikan mereka sarapan setiap pagi dan seragam mereka bersih dan rapi," ucapnya ketika peserta diminta untuk mendiskusikan cara mencegah pengabaian.

Ibu Prihatin telah berpartisipasi dalam Program Keluarga Harapan (PKH) sejak tahun 2008. Melalui program ini, Pemerintah Indonesia memberikan bantuan tunai bersyarat kepada keluarga miskin untuk meningkatkan akses mereka terhadap pelayanan kesehatan dan pendidikan.

Friday, 11 July 2014

Jejak UNICEF Untuk Nutrisi Anak

by Darma, Fundraiser UNICEF Indonesia
.
Beberapa hari yang lalu saya dan team diberi kesempatan berkunjung ke Kabupaten Klaten untuk melihat langsung beberapa program UNICEF. Tempat pertama yang kami kunjungi adalah Posyandu Pandanaran III yang terletak di Bendungan Paseban Bayat, yang sudah dibantu oleh UNICEF sejak tahun 2007.

Sambutan hangat dan ramah dari beberapa kader kami terima di Posyandu Pandanaran ini. Banyak yang sudah berkumpul di posyandu karena kedatangan kami kebetulan bertepatan dengan jadwal rutin posyandu yang dilakukan setiap bulannya.

Setelah menyambut kedatangan kami, salah seorang kader membunyikan lonceng untuk memberitahukan warga agar segera datang ke posyandu. Tidak lama kemudian, beberapa orang ibu mulai berdatangan membawa putra-putri mereka untuk pemeriksaan kesehatan dan perkembangan.

Monday, 7 July 2014

UNICEF dan Pemerintah Indonesia meminta bantuan media untuk akhiri kekerasan terhadap anak




JAKARTA, 7 Juli 2014 - Pemerintah Indonesia dan UNICEF bersama mengajak media untuk membantu mengakhiri kekerasan terhadap anak dengan meningkatkan kesadaran terhadap risiko dan dampak yang mereka derita, serta menunjukkan bagaimana mereka bisa mendapatkan bantuan.

Ajakan ini adalah bagian dari diskusi meja bundar antara Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Gumelar, Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi, Perwakilan UNICEF Angela Kearney, serta editor dari beberapa surat kabar, stasiun radio dan televisi di Jakarta tentang peliputan kekerasan terhadap anak.

Kyai dan Ulama Memelopori Perubahan Masyarakat untuk Menurunkan Stunting

By Iwan Hasan

Kyai Subhan di pesantrennya di Brebes, Jawa Tengah. © UNICEF Indonesia/2014/Iwan Hasan

BREBES, Indonesia, April 2014 - Subhan Makmun, atau biasa disapa Kyai Subhan, berpenampilan seperti seorang ulama tradisional biasa. Ia tinggal bersama ribuan santri-santrinya di sebuah pesantren di Brebes, Jawa Tengah. Ia selalu mengenakan sarung dan sebuah peci hitam.

Namun penampilan dapat mengecoh. Pandangan Kyai Subhan terhadap Syariah Islam sangat progresif. “Islam itu luas, tidak sempit”, ucapnya.

Berkat pengetahuannya yang luas tentang hukum Islam, Kyai Subhan adalah salah satu ulama yang paling dihormati di Jawa Tengah. Bacaanya tidak terbatas kepada buku-buku Islam klasik. Ia mengaku pernah membaca buku “Penuntun Hidup Sehat” yang diterbitkan oleh UNICEF bersama dengan beberapa badan PBB lainnya serta Kemenkes. 

Friday, 4 July 2014

Unilever memperluas dukungan untuk melawan defekasi terbuka

(c) UNICEF Indonesia/2014/Silitonga

JAKARTA, 4 Juli 2014 - Unilever Indonesia Foundation dan UNICEF semakin memperkuat kolaborasi mereka dalam mengatasi tantangan air bersih dan sanitasi di negara ini.

Setelah kontribusi pertama sebesar € 100.000 pada tahun 2013, Unilever kini menyumbangkan € 200.000 kepada program WASH UNICEF yang bertujuan untuk mengakhiri defekasi terbuka dan meningkatkan praktek-praktek higienis di Indonesia.