Friday, 16 June 2017

Jalinan Kerjasama BCA dan UNICEF Semakin Erat untuk Anak Indonesia


Bank BCA merupakan mitra korporat UNICEF yang telah bermitra selama lebih dari 17 tahun. Jalinan kerjasama ini semakin erat dan memberikan banyak manfaat bagi Anak Indonesia. Pada akhir April 2017 yang lalu, UNICEF bersama BCA menyelenggarakan kegiatan literasi keuangan dan literasi pola hidup sehat bagi para siswa dan guru. Mereka merupakan penerima manfaat program pendidikan ramah anak di dua sekolah di Sorong, Papua Barat. Rekan-rekan dari BCA juga mengunjungi PAUD berbasis masyarakat di Raja Ampat, Papua Barat.  Kunjungan ini mendapat perhatian dari awak media dan diliput oleh berbagai harian nasional maupun media online, sebagai berikut:

Liputan media nasional:

http://biz.kompas.com/read/2017/06/02/170155628/inilah.manfaat.edukasi.literasi.keuangan.anak.usia.dini
 https://kompas.id/baca/adv_post/pentingnya-edukasi-literasi-keuangan-sejak-dini/
http://www.republika.co.id/berita/ekonomi/korporasi/17/06/03/oqx1fn368-inilah-manfaat-edukasi-literasi-keuangan-anak-usia-dini

http://bisnis.news.viva.co.id/news/read/922134-inilah-manfaat-edukasi-literasi-keuangan-anak-usia-dini

https://photo.sindonews.com/view/22415/bca-berikan-edukasi-literasi-keuangan-untuk-anak-papua

Liputan media berbahasa inggris:

https://www.pressreader.com/indonesia/the-jakarta-post/20170603/281586650560148

Monday, 5 June 2017

Menolong Jasmine

oleh: Felice Bakker, JPO, Perlindungan Anak

Sebagai bagian dari pendekatan UNICEF Indonesia untuk melakukan pemodelan intervensi yang terukur, saya mendokumentasikan praktek pencatatan kelahiran yang baik di sembilan lokasi percontohan kami di seluruh Indonesia. Dalam kesempatan ini, saya bertemu dengan satu keluarga yang mendapat manfaat dari percontohan UNICEF di Makassar, di mana kemitraan dilakukan dengan LSM lokal untuk mendaftarkan anak-anak yang rentan, termasuk penyandang cacat.

Makassar: Jasmine * adalah seorang ibu yang lumpuh. Begitu juga kedua anaknya yang terkecil. Putrinya yang berusia tiga tahun Nur harus digotong, sementara anak laki-lakinya yang berusia lima tahun, Ali, harus berjalan dengan kaki dan tangannnya.


Selama pemeriksaan sebelum kelahiran di rumah sakit di tahun-tahun sebelumnya, dokter mengatakan kepada Jasmine bahwa

Thursday, 1 June 2017

Dengan INFOBIDAN, Memberdayakan Bidan Indonesia

Oleh: Cory Rogers, Communication Officer, UNICEF Indonesia


Dua bidan menunjukkan cara mengakses informasi di situs INFOBIDAN.
website. © Cory Rogers / UNICEF / 2017  

Jawa Timur: “Dengan INFOBIDAN, data ada di tangan kita!” Sri Utami, bidan desa di Jawa Timur, berseru lantang agar suaranya bisa terdengar di antara keriuhan di sekitarnya.

Tak jauh dari tempatnya berada, tujuh perempuan memimpin yel-yel. “INFOBIDAN, yes! INFOBIDAN, yes!” Sorakan mereka hendak menggugah semangat 100 bidan lain yang berkumpul untuk mendaftar sebagai pengguna aplikasi ponsel itu.

INFOBIDAN adalah bentuk teknologi kesehatan nirkabel (mHealth tech) yang diluncurkan UNICEF dan Pemerintah Indonesia pada 2012 untuk memberdayakan bidan. Dengan memanfaatkan

#IniSuaraku: Apa Pendapat Anak Muda tentang Akses Layanan Kesehatan Reproduksi

Oleh Vania Santoso, Youth Engagement Officer


Anak-anak muda sibuk dengan ponsel mereka untuk menyuarakan pendapat mereka selama Temu Nasional Remaja Indonesia © UNICEFIndonesia/2017/Achmad Rifai  

Yogyakarta: Setiap tahun, tanggal 1 Juni diperingati sebagai Hari Orang Tua Sedunia, hari yang menekankan peran penting orang tua dalam membesarkan anak-anak. Anak-anak perlu diasuh dan dilindungi. Tidak boleh ada anak yang menjadi orang tua

Pendapat ini membuat saya mengingat kembali pengalaman saya pada Temu Nasional Remaja Indonesia di Yogyakarta pada bulan Maret 2017 yang bertujuan untuk menangani masalah kehamilan remaja yang tidak diinginkan.   

Kurang lebih 70 anak muda, yang dipilih dari 25 dari 34 provinsi di Indonesia, ikut serta dalam diskusi mendalam tentang akses kesehatan reproduksi

Wednesday, 31 May 2017

Sang Ahli Cold Chain Vaksin dari NTT

Oleh Ermi Ndoen, EPI Officer

Ariel saat memberikan presentasi pada lokakarya dan pelatihan cold chain NTT, diselenggarakan dengan dukungan UNICEF ©Ermi Ndoen/UNICEF/2017

Kupang: Hari itu, seperti biasa, Johanis Rihi Leo atau dikenal dengan nama sapaan “Ariel”, tengah bergegas.

“Ada tiga lemari pendingin vaksin yang harus segera diperbaiki,” kata Ariel sebelum meninggalkan Ende di Flores menuju Kefamenanu di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), wilayah berbukit di bagian timur Pulau Timor yang berjarak ratusan kilometer dari Ende.

Ariel mengawasi kondisi cold chain vaksin untuk