Wednesday, 13 August 2014

Sanitasi di Alor - menyebarkan pesan, memantau kemajuan

Sarah Grainger

Novianti, 7 tahun, bersama ibunya Amelia di atas pantai dekat rumah mereka.
© UNICEF Indonesia/2014/Sarah Grainger

FUNGAFENG, Provinsi NTT, Indonesia, April 2014 - Novianti Atafan, 7 tahun, adalah salah satu anak terakhir di desanya yang mendapatkan jamban di rumah. Dia tinggal di desa Fungafeng di pinggir pantai pulau Alor di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Keluarganya tinggal di sebuah rumah adat lopo yang terbuat dari bambu dan kayu dengan atap jerami.

Setiap pagi, Novianti dan ibu, ayah, kakek serta 5 kakaknya harus menuruni lereng di belakang rumahnya untuk buang air besar di dekat pantai.

Semua itu berubah ketika seorang sanitarian - petugas kesehatan lokal yang memiliki spesialisasi dalam sanitasi dan hygiene - mengunjungi desanya.

Saturday, 9 August 2014

Punk Rock di Lapas – impian selepas masa tahanan di Klaten

Lauren Rumble, Kepala Perlindungan Anak UNICEF Indonesia

Pada bulan Juli yang lalu, saya berkunjung ke Lapas Klaten untuk mengunjungi anak-anak di sana.

Saya terkesan dengan dedikasi mereka untuk belajar, meskipun guru yang dialokasikan ke sekolah lapas sering tidak datang dan pelayanan kesehatan kurang menentu. Mereka semua bercita-cita untuk melanjutkan pendidikan mereka dan memiliki hidup yang produktif sebagai anggota masyarakat selepas masa tahanan mereka.

Thursday, 31 July 2014

Check-list untuk hidup sehat

Nova Fransisca Silitonga, Corporate Partnership Officer, UNICEF Indonesia

Sudahkah kamu mencuci tangan dengan sabun? Makan pagi? Sikat gigi? Buang air di toilet? Membersihkan telinga?

Ini adalah beberapa pertanyaan yang harus dijawab setiap pagi oleh siswa-siswi SDN 69 di Desa Galesong, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.

Murid-murid diminta untuk mengisi aktifitas yang telah dan belum mereka lakukan pada sebuah tabel di dinding kelas. Kegiatan ini dirancang untuk mendorong siswa agar jujur serta mengajarkan mereka tentang gaya hidup yang sehat.

Sekolah di Desa Galesong ini adalah satu dari 93 di kabupaten tersebut yang gurunya telah menerima pelatihan tentang sanitasi dan kebersihan dari UNICEF pada tahun 2011.

Tuesday, 15 July 2014

Mencegah penelantaran dan eksploitasi anak melalui pertemuan peningkatan kapasitas keluarga

Astrid Gonzaga Dionisio, Child Protection Specialist

Yogyakarta, Juni 2014 - Ketika saya menghadiri sebuah diskusi tentang perlindungan anak di Yogyakarta baru-baru ini, ada satu peserta yang sangat menonjol.

Ibu Prihatin adalah lulusan SMP dari Kabupaten Kulon Progo dan seorang ibu dari tiga anak dan. Dia sangat mengerti dengan baik jenis-jenis dukungan yang dibutuhkan anak-anaknya agar mereka berhasil di sekolah, dan dia sering berbicara tentang hal ini.

"Kita harus memastikan mereka sarapan setiap pagi dan seragam mereka bersih dan rapi," ucapnya ketika peserta diminta untuk mendiskusikan cara mencegah pengabaian.

Ibu Prihatin telah berpartisipasi dalam Program Keluarga Harapan (PKH) sejak tahun 2008. Melalui program ini, Pemerintah Indonesia memberikan bantuan tunai bersyarat kepada keluarga miskin untuk meningkatkan akses mereka terhadap pelayanan kesehatan dan pendidikan.

Friday, 11 July 2014

Jejak UNICEF Untuk Nutrisi Anak

by Darma, Fundraiser UNICEF Indonesia
.
Beberapa hari yang lalu saya dan team diberi kesempatan berkunjung ke Kabupaten Klaten untuk melihat langsung beberapa program UNICEF. Tempat pertama yang kami kunjungi adalah Posyandu Pandanaran III yang terletak di Bendungan Paseban Bayat, yang sudah dibantu oleh UNICEF sejak tahun 2007.

Sambutan hangat dan ramah dari beberapa kader kami terima di Posyandu Pandanaran ini. Banyak yang sudah berkumpul di posyandu karena kedatangan kami kebetulan bertepatan dengan jadwal rutin posyandu yang dilakukan setiap bulannya.

Setelah menyambut kedatangan kami, salah seorang kader membunyikan lonceng untuk memberitahukan warga agar segera datang ke posyandu. Tidak lama kemudian, beberapa orang ibu mulai berdatangan membawa putra-putri mereka untuk pemeriksaan kesehatan dan perkembangan.