Annual Report

Thursday, 16 August 2018

Laporan Tahunan UNICEF Indonesia 2017

Selamat Datang di Laporan Tahunan UNICEF Indonesia 2017

Silakan undah laporannya disini: Bahasa Indonesia English
TUJUAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN (SDGs) DIMULAI DARI ANAK
Dalam kata pengantarnya, Kepala Perwakilan UNICEF di Indonesia, Gunilla Olsson menyebutkan beberapa program yang dapat dibaca atau ditonton dibawah ini.
  
 





Di UNICEF, kami percaya bahwa pembangunan berkelanjutan berawal dari anak dan tahun ini kami selangkah lebih dekat untuk menjadikan kepentingan anak lebih terlihat dalam SDGs. Bersama dengan pemerintah, kami telah menerbitkan Laporan Baseline SDG tentang Anak-Anak di Indonesia, sebagai bukti yang dapat digunakan untuk mendukung pengambilan kebijakan. Silakan unduh laporannya disini
Bahasa Indonesia
English
SDG Online Dashboard


Di Jawa, kami telah melatih bidan-bidan menggunakan platform Infobidan, sehingga kini lebih dari 20.000 bidan yang melayani perawatan bayi baru lahir dapat mengakses informasi dan kiat penting seputar pekerjaan mereka melalui ponsel. Silakan membaca tentang programnya disini:
Bahasa Indonesia
English


Tahun ini kami juga bekerja keras untuk memberikan anak muda kesempatan bersuara dan mendengar pandangan mereka. Lebih dari 110.000 anak muda berdialog antar mereka dan dengan pembuat keputusan (melalui platform “U-Report”), untuk mempromosikan investasi yang lebih besar lagi bagi kesejahteraan anak. Silakan membaca tentang programnya disini: Bahasa Indonesia English


Kami juga melakukan survei kesejahteraan yang sepenuhnya bersifat sukarela dan merupakan yang pertama untuk survei jenis ini, bersama lebih dari 24.000 anak usia 8 hingga 12 tahun.
Silakan membaca tentang programnya disini:
Pioneering survey asks 8-12-year-old Indonesians: what's life like?




Data baru tentang keuangan dan kemiskinan anak multidimensi yang diproduksi bersama Badan Pusat Statistik (BPS), menyoroti ketimpangan di Indonesia. Laporan ini mendukung diperkenalkannya dana bantuan universal bagi anak oleh pemerintah daerah di Aceh dan Papua. Silakan unduh laporannya disini:
Bahasa Indonesia
English


 
30.000 remaja perempuan dan lelaki mendapat manfaat dari meningkatnya pengetahuan dan kesadaran tentang menstruasi, juga membantu mendobrak pola-pola diskriminasi dan menjaga agar anak-anak perempuan tetap bersekolah. Silakan menonton videonya di sini: MHM Awareness



Platform pemantauan berbasis SMS yang inovatif untuk memfasilitasi respon cepat bagi imunisasi 35 juta anak dalam kampanye Campak dan Rubella yang dipimpin oleh Kementerian Kesehatan. Platform ini direplikasi untuk intervensi terhadap malaria, HIV, dan penyakit-penyakit lainnya. Silakan membaca tentang programnya disini:
Bahasa Indonesia
English


Kesuksesan implementasi program percontohan literasi, yang berdampak pada peningkatan literasi hingga dua kali lipat di kalangan anak-anak kelas awal sekolah dasar di wilayah-wilayah terpencil Papua dan Papua Barat. Silakan menonton videonya disini: Papua Membaca


Program baru pencegahan perundungan yang dipimpin oleh remaja di sekolah-sekolah di Makassar telah berdampak mengurangi perundungan hingga 30 persen. Silakan membaca tentang programnya disini:
Bahasa Indonesia
English

Wednesday, 1 August 2018

Susah Air


Oleh: Firza Daud, Fundraiser Coordinator UNICEF Indonesia

Sumba adalah salah satu pulau yang kini menjadi destinasi wajib untuk dikunjungi oleh para petualang di Indonesia.

Ironisnya di balik semua lanskap keindahan yang tersaji di pulau Sumba, masih juga ditemukan beberapa kesulitan terutama yang berhubungan dengan kebutuhan pokok hidup, yang ada di pulau yang secara administratif menjadi bagian dari wilayah propinsi Nusa Tenggara Timur.

Salah 1 kesulitan yang hingga saat ini masih menjadi masalah utama di pulau Sumba adalah tentang pasokan air bersih dan sanitasi. Kedua hal ini akan sangat erat berkaitan terutama dalam kehidupan sehari-hari, karena apabila kebutuhan air bersih untuk sebuah komunitas masyarakat di suatu daerah tidak dapat tercukupi dengan baik maka bisa dipastikan sanitasi yang ada di wilayah itu secara otomatis akan ikut terkena dampaknya. Dan dampaknya  tidak bisa dipungkiri, anak-anak akan menjadi salah 1 korban yang paling dirugikan sebagai bagian dari komunitas masyarakat yang ada di wilayah tersebut.