Annual Report

Showing posts with label Maluku. Show all posts
Showing posts with label Maluku. Show all posts

Monday, 11 July 2016

Tantangan dari Timur Indonesia

By Charlie Hartono, Philanthropy Officer UNICEF Indonesia 

Mengasah rasa tepa selira

Selalu ada cerita yang tak terduga dalam setiap perjalanan mengunjungi Indonesia Timur bersama UNICEF. Bertemu dengan orang baru, berkomunikasi dengan cara pandang yang seringan mungkin dan melakukan interaksi dengan masyarakat setempat dengan gaya bahasa yang sesederhana mungkin, merupakan tantangan yang luar biasa.

Lebih dari semua itu, kunjungan ke daerah yang jauh dari hiruk pikuk Jakarta membuat saya lebih mensyukuri hidup, mengasah rasa tepa selira dan membuka cakrawala berfikir yang seringkali masih sempit mengenai arti hidup yang sesungguhnya, khususnya dunia anak-anak yang begitu indah.

Dari Ambon ke Saumlaki

Dalam perjalanan kali ini, Kepulauan Tanimbar / Maluku Tenggara Barat (MTB) adalah lokasi yang saya kunjungi. Jika dilihat dari peta, Kepulauan Tanimbar sendiri berlokasi tepat di atas Darwin, Australia atau boleh dikatakan letaknya juga di sebelah Tenggara bagian Barat Ambon – Kepulauan Maluku. Secara keseluruhan, ada 80 desa dan 1 kelurahan bernama Saumlaki dalam satu gugusan kepulauan MTB. Mata pencaharian utama dari penduduk di MTB adalah menjual kopra (bahan utama untuk sabun mandi), umbi-umbian (ubi dan singkong), sayur mayur (terong, cabe, tomat, dan bunga pepaya). Biasanya semua bahan ini akan dikirimkan ke pengepul yang akan menjualnya kembali ke Ambon, Surabaya dan Merauke.

Tuesday, 12 May 2015

Mengintip program UNICEF di Ternate & Tidore

Winda - UNICEF Indonesia Fundraiser

Ternate, kota yang terletak di ujung barat Sulawesi ini memiliki berbagai macam hal yang dapat membuat kita berdecak kagum, baik dari keindahan alamnya, makanan khasnya, penduduknya dan masih banyak hal lainnya yang mungkin tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Kota Ternate adalah sebuah kota kecil yang berada di bawah kaki gunung api Gamalama di Provinsi Maluku Utara, memiliki luas sekitar 547.736 Km2 kota Ternate sudah menjadi kota otonom semenjak 4 Agustus 2010 sedangkan  Kota Tidore memiliki luas wilayah 9.564,7 km² dan berpenduduk sebanyak 98.025 jiwa.

Dibalik keindahan alam dan kekayaan sumber daya alamnya yang luar biasa, kota ini menyimpan sebuah masalah pelik yang sudah terjadi dalam waktu yang cukup lama. Salah satu masalah yang cukup serius dari kota Ternate & Tidore adalah masalah kesehatan, kurangnya pengetahuan umum mengenai pentingnya kesehatan dan kurangnya sarana dan prasarana yang memadai menjadi sumber masalah yang terjadi di kota ini. Oleh karena itu UNICEF dan pemerintah setempat bekerja sama untuk mengatasi masalah ini dengan bersama-sama membangun Puskesmas-Puskesmas yang didanai oleh UNICEF dibantu oleh pemerintah setempat.



Pada tanggal 18 – 20 Maret lalu kami perwakilan dari UNICEF berkesempatan untuk mengunjungi beberapa Puskesmas yang dibangun UNICEF bersama pemerintah setempat. Puskesmas pertama yang kami kunjungi adalah Puskesmas Rawat Jalan Rum Balibunga (Tidore) yang didirikan pada tanggal 20 Januari 2014. Menurut data yang kami kumpulkan di Puskesmas ini umur pernikahan yang sering terjadi di Tidore adalah pada umur 15 -18 tahun, selama tahun 2014 lalu ada 18 kasus ibu muda, yang semestinya 1 : 1000 pada tempat dengan 8.000 penduduk hanya ada 8 kasus ibu muda.