Annual Report

Showing posts with label gizi anak. Show all posts
Showing posts with label gizi anak. Show all posts

Tuesday, 1 December 2015

Pemberian ASI yang lebih baik: solusi untuk masalah kekurangan gizi

Sonya memberikan konseling tentang menyusui kepada ibu baru. ©UNICEF Indonesia/2015/Harriet Torlesse

Kabupaten Kupang merupakan salah satu kabupaten yang mengalami krisis permasalahan kekurangan gizi di NTT.

Sonya Timuli, tiga puluh dua tahun, bekerja setiap hari di kabupaten dan menghadapi permasalahan ini. Ia telah menjadi kader posyandu di sebuah desa kecil di daerah ini selama tujuh tahun terakhir.

Para kader posyandu seperti Sonya melihat anak-anak yang tak terhitung jumlahnya yang mengalami kekurangan gizi. Survei terbaru yang dilakukan oleh UNICEF dan Action Contre La Faim menunjukkan bahwa 21 persen anak-anak di daerah ini mengalami kurang gizi akut (sangat kurus) dan 52 persen mengalami stunting (terlalu pendek untuk usia mereka).

Untuk mengatasi masalah ini, Sonya memberikan berbagai layanan gizi kepada masyarakat  di desanya. Salah satu bagian terpenting dari pekerjaannya adalah memberikan bimbingan dan konseling kepada ibu-ibu baru tentang berbagai praktek pemberian ASI yang tepat.

Monday, 9 June 2014

Memberikan awal hidup yang bergizi untuk bayi di Klaten

Desa Pandes, Jawa Tengah, Mei 2014 - Sebagai kepala bagian penggalangan dana dan kemitraan swasta UNICEF Indonesia, saya menghabiskan banyak waktu saya di kantor – baik di meja saya, dalam rapat ataupun di telepon. Namun pada awal Mei, saya menemukan diri saya bersila di lantai sebuah rumah bambu di desa Pandes, Jawa Tengah, menyaksikan sekelompok ibu hamil bermain permainan memancing.

Saya datang dengan beberapa rekan untuk melihat salah satu program UNICEF dalam aksi. Bersama Pemerintah Indonesia, kami telah membantu perlatihan bidan setempat dan beberapa relawan, atau dikenal sebagai kader, untuk mengajarkan perempuan tentang nutrisi yang baik selama kehamilan dan setelah bayi mereka lahir. Para kader juga bekerja sama dengan ayah dan anggota masyarakat senior supaya mereka bisa mendukung para ibu baru.