| Seorang ibu menggendong anaknya di Tacloban, Leyten, Filipina. © UNICEF Philippines/2013/JMaitem |
Saya baru saja berbicara di telepon dengan Leon Dominador Fajardo, atau sering dipanggil 'Nonoy', UNICEF Emergency Specialist di kota Tacloban. Ia adalah seorang profesional yang berpengalaman dalam menghadapi bencana, namun suaranya terdengar bergetar. "Orang-orang, keluarga dan anak-anak berjalan sepanjang jalanan yang hancur," ucapnya. "Saya tidak tahu mereka berjalan ke mana - tidak ada tempat untuk pergi."
Ia membutuhkan waktu satu jam hanya untuk keluar dari bandara karena puing-puing yang berserakan. Beberapa staf UNICEF lainnya terjebak di bandara selama semalam. Jalan-jalan hampir tidak bisa dilalui pada malam hari yang gelap gulita dan resiko kecelakaan sangat tinggi, bukan hanya untuk pengemudi dan pengendara tapi terutama untuk orang-orang yang berkemah di jalanan.

.jpg)
