![]() |
| Anak-anak perempuan di Desa Manggaru* beresiko menikah pada usia muda. ©UNICEF Indonesia/2015/Nick Baker. |
Nira* yang baru berusia 14 tahun adalah pelajar yang cemerlang. Ia selalu rajin belajar dan unggul dalam berbagai mata pelajaran, mulai dari kesenian, ilmu pengetahuan alam, hingga ilmu pengetahuan sosial. Namun, masa-masa Nira sebagai pelajar akan segera berakhir. Besok adalah hari pernikahannya.
Nira tinggal di Desa Manggaru, sebuah desa kecil yang berada sekitar 70 km dari Jakarta. Pernikahan anak merupakan hal biasa di desa ini. Bahkan, Nira adalah siswi ketiga yang akan keluar dari bangku sekolah dan menikah tahun ini.
“Aku suka bermain petak umpet,” ucap Nira, saat diminta mendeskripsikan dirinya. Ia tampak yakin dengan keputusannya untuk menikah. “Kalau aku menunggu sampai lulus baru menikah, belum tentu aku bisa dapat pasangan. Terlalu lama buat dia (calon suami) untuk menunggu,” ujarnya.


