Friday, 8 March 2013

Imunisasi untuk semua anak

Febri baru saja menerima dosis ketiga vaksin DPT di Posyandu Nusa
© UNICEF/2012/Gerber
Meskipun hujan turun di pagi hari di desa Nusa di Kabupaten Aceh Besar, sudut paling barat Provinsi Aceh di Indonesia, hal ini tidak mencegah para ibu dari membawa anak-anak mereka ke Posyandu setempat. Karena bangunan itu tidak dapat menampung terlalu banyak orang, Bidan Khairiah dan kader-kader yang membantunya menyambut para ibu dan anak-anak di teras depan, di mana mereka dengan sabar menunggu giliran masing-masing.

Satu demi satu, para kader mengukur dan menimbang anak-anak untuk memastikan mereka tumbuh dan berkembang sesuai dengan usia mereka, dan merekam data tersebut ke dalam buku kesehatan mereka. Seandainya ada anak yang jatuh sakit, mereka jugalah yang akan mengurusnya, sehingga keluarga dapat menghemat waktu dan biaya membawa anaknya ke Puskesmas di desa Lhoknga.

Bersama dengan staf imunisasi Puskesmas Lhoknga, Bidan Khairiah selalu memonitor semua ibu hamil dan bayi yang lahir di desanya. Berdasarkan data ini, mereka membuat perencanaan program imunisasi agar semua anak bisa menerima dosis vaksinasi yang dibutuhkan pada usia yang tepat. Sampai saat ini, imunisasi masih terbukti sebagai bentuk solusi kesehatan masyarakat yang termurah, dan dapat mencegah penyakit seperti polio, campak, hepatitis B, tetanus, pertusis, difteri, TBC pada anak, serta cacat, kematian dan efek kesehatan negatif lainnya yang disebabkan penyakit-penyakit tersebut.

Tidak seperti di beberapa daerah lain di Indonesia, masyarakat di desa Nusa dan 27 desa lain yang dilayani oleh Puskesmas Lhoknga sangat menyadari hal ini. "Imunisasi adalah penting karena mencegah penyakit tertentu dan membantu anak-anak untuk tetap sehat," kata Ibu Erni. Febri, anaknya yang berusia lima bulan adalah salah satu dari tiga anak yang menerima dosis DPT* ketiga mereka hari ini di desa Nusa.

Semua ibu hamil dan anak-anak di daerah sekitar Puskesmas Lhoknga dimonitor dengan sistem pemetaan desa
© UNICEF/2012/Gerber.
Berkat tingginya tingkat kesadaran masyarakat, sistem monitoring yang solid, kunjungan rumah secara teratur, supervisi dukungan dari Dinas Kesehatan Propinsi dan Kabupaten serta UNICEF, dan terutama staf dengan motivasi yang tinggi seperti Bidan Khairia dan kader-kadernya, desa Nusa telah mencapai cakupan imunisasi yang sangat tinggi yaitu hampir 100 persen pada tahun 2011.

Dua puluh tiga dari 28 desa yang dilayani oleh Puskesmas Lhoknga telah mencapai status UCI* pada tahun 2011, yang berarti bahwa semua anak di desa-desa telah sepenuhnya divaksinasi oleh semua antigen dan dosis yang dibutuhkan sebelum mereka berumur satu tahun. Meskipun masih ada ruang untuk perbaikan, hasil ini adalah sangat bagus dibandingkan dengan angka-angka dari tingkat nasional dan propinsi: Di Propinsi Aceh, hanya 72 persen dari anak-anak mendapat imunisasi lengkap pada tahun 2008.

Pada tahun 2007, sekitar 10 persen atau hampir setengah juta dari semua anak berusia di bawah satu tahun di Indonesia tidak diimunisasi sama sekali. Dan sekitar 40 persen atau 1,8 juta anak berusia di bawah satu tahun hanya mendapatkan imunisasi parsial, yang berarti bahwa mereka tidak menerima semua dosis yang dianjurkan, tetapi hanya satu atau dua dosis. Mereka yang tidak divaksinasi sama sekali atau tidak lengkap, rentan terhadap risiko tertular penyakit yang sebetulnya dapat dicegah dengan vaksin.

"Dinas Kesehatan Kabupaten resmi mengakui kesuksesan kami dalam cakupan tahun lalu, dan Kepala Puskesmas pun menyalurkan motivasi ini dengan memberikan pin khusus kepada semua bidan yang telah mencapai status UCI di desa mereka. Tentu saja mereka sangat bangga akan hal ini, dan kami melihat bahwa tahun ini mereka berusaha lebih keras lagi untuk menjangkau setiap anak di daerah mereka!" lapor Ibu Ema, koordinator imunisasi Puskesmas Lhoknga.

*[Vaksin DPT melindungi terhadap difteri, pertusis dan tetanus.]
*[UCI singkatan Universal Child Immunization yang artinyaseorang anak telah menerima dosis penuh dari semua vaksinasi yang dianjurkan sebelum usia satu tahun.]

No comments:

Post a Comment