Wednesday, 15 May 2013

Oralit dan Zinc: Solusi sederhana penyelamat nyawa anak-anak.



Veronika sangat lemas karena
kehilangan banyak cairan tubuh
©UNICEF Indonesia/2013/Rob Patmore
Hari masih cukup pagi di Tambolaka, Sumba, ketika Teresia dan suaminya bergegas membawa putri mereka untuk diobati. Veronika dalam keadaan sangat lemah, dan telah kehilangan banyak cairan tubuh. Ketika ia mulai muntah-muntah dan mencret, seorang supir Angkot segera mengantarkan mereka ke Puskesmas setempat.

Usia Veronika adalah 1,5 tahun, dan ia menjadi semakin lemah dengan setiap jam yang berlalu karena diare dan dehidrasi yang dialaminya. Teresia hanya bisa menatap sedih dan memeluk Veronika dengan erat, sambil berharap nyawa putrinya bisa diselamatkan.

"Kami sangat takut dan khawatir," kata Teresia. "Kami pernah mendengar bahwa anak-anak bisa mati dari hanya diare," tambahnya sambil melihat putrinya. Salah satu petugas kesehatan tiba dengan sebuah sachet oralit kecil. Ia juga diberi tablet zinc yang diencerkan dalam satu sendok teh air, yang akan membantunya melawan diare yang bisa mematikan ini.

Dengan setiap tegukan, hidup seolah-olah mengalir kembali ke tubuh mungil Veronika. Hebatnya, hanya dalam beberapa jam, kondisinya membaik secara dramatis dan ia pun bisa tersenyum lagi. Anda dapat membayangkan air mata kelegaan dan kebahagiaan yang mengalir di wajah Teresia saat ia sadar putrinya tidak menderita lagi.


Teresia merasa sangat takut dan khawatir melihat kondisi anaknya
©UNICEF Indonesia / 2013 / Andrew Clark
Dr. Ayu Windi, salah satu petugas kesehatan di Puskesmas, mengatakan bahwa diare sangat umum di kalangan anak-anak, dan program Zinc-Oralit adalah "solusi cepat yang terbaik. Kami ingin semua orang tua tahu, bahwa diare adalah penyakit yang dapat dicegah."

Pengobatan sederhana dengan oralit dan Zinc dapat menentukan perbedaan antara hidup dan mati untuk anak yang menderita dehidrasi akibat diare. Ini adalah pengobatan sederhana dan murah yang dapat digunakan hampir semua orang di mana saja - asalkan dilakukan sebelum terlambat.

Jika semakin banyak keluarga memiliki solusi ini siap tersedia di rumah mereka, ribuan anak-anak seperti Veronika bisa diselamatkan. Masalahnya adalah, manfaat terapi oralit tidak diketahui semua orang. Dan jumlah ibu yang tahu bagaimana cara memberikan oralit dengan benar masih terlalu sedikit.

Dr. Ayu Windi yang merawat Veronika di rumah sakit hingga ia sembuh
©UNICEF Indonesia / 2013 / Andrew Clark
Di Indonesia, 150.000 anak meninggal setiap tahun karena penyakit yang dapat dicegah, dan hampir 35.000 dari angka ini adalah karena diare. Diare adalah penyakit yang cukup umum, namun penyakit ini bisa membunuh anak-anak melalui dehidrasi. Banyak juga kematian terkait dengan kekurangan gizi yang disebabkan diare berulang karena hilangnya nutrisi penting, khususnya Zinc, dari tubuh.

Anak-anak yang paling rentan adalah mereka yang tinggal di daerah terpencil dan miskin, disebabkan oleh rendahnya akses terhadap air bersih dan fasilitas sanitasi yang layak. Selain itu, banyak orang masih buang air besar sembarangan, dan ini adalah sumber utama penyakit diare. Tragedi ini dapat dihindari jika kita bisa meningkatkan kesadaran tentang praktik-praktik kebersihan yang baik (seperti mencuci tangan dengan sabun sebelum makan dan setelah menggunakan toilet), serta dengan memberantas buang air besar sembarangan.

Anda juga bisa mendukung upaya UNICEF dan mitra-mitra kami dalam mencegah kematian yang disebabkan diare dengan memberikan donasi bulanan melalui www.dukungunicef.org.