Thursday, 16 February 2017

Ricky dan Kebaikan Kecilnya

Oleh: Dinda Veska

Ricky (5) dari Klaten ©UNICEF/Dinda Veska/2017 

Di tengah kemeriahan suasana taman bermain PAUD Al-Hidayah, terlihat seorang anak yang diam-diam sedang mengisi beberapa sendok pasir ke dalam kantung bibit kecil. Sementara anak-anak lainnya sangat bergembira mengikuti Bunda PAUD menari dan bernyanyi, Ricky lebih memilih untuk mengisi kantung-kantung bibit tersebut sendirian.

Ketika ditanya kenapa hanya bermain sendirian, Ricky hanya menjawab “Mau bantu Ibu Guru”


Ricky mengisi pasir ke dalam kantung-kantung bibit kecil ©UNICEF/Dinda Veska/2017

Ricky adalah satu dari puluhan anak lainnya di desa Cenang yang ditinggal pergi oleh orang tua mereka untuk mencari nafkah jauh keluar dari Kabupaten Brebes. Ibunya pergi bekerja ke Taiwan sejak Ricky berusia 3 tahun, dan sang Ayah sudah lama tidak kembali karena mencari nafkah di Jakarta sebagai tukang bangunan.

Sehari-hari anak berusia 5 tahun ini diasuh oleh ‘Si Mbah’ – nenek dari pihak sang ibu. Tidak hanya saat belajar di PAUD, di rumahpun Ricky sangat pendiam, ia cenderung pasif dan sangat menikmati waktunya ketika sendiri.

Saat teman-teman lainnya telah selesai bernyanyi dan belajar, Ricky juga telah beralih dari kolam pasirnya. Ia lalu belajar mewarnai dari pelepah daun pisang, kantung-kantung bibit tadi ternyata digunakan oleh teman-temannya untuk belajar menanam bibit bunga.

Alasannya bermain sendirian ternyata sangat sederhana, hanya sekedar ingin meringankan tugas ibu guru dalam menyiapkan perlengkapan belajar.


Kebaikan kecil dari Ricky merefleksikan apa yang telah dilakukan oleh ‘si mbah’. Selama hampir dua tahun ia meringankan hidup Ricky, menjaga, menimang, menemani, menjadi pendukung setia untuk segala hal yang Ricky butuhkan.

Ricky bersama ‘Si Mbah’ di dalam kelas ©UNICEF/Dinda Veska/2017 

Tanpa disadari setiap kebaikan yang sang nenek berikan juga mengajarkan Ricky untuk membantu sekelilingnya meski dalam diam.

Ricky sering kali sulit mengungkapkan apa yang ia inginkan, itu juga yang menjadi alasan ‘si mbah’ mendaftarkan Ricky ke PAUD Al-Hidayah. Di sana cucu kesayangannya akan terbiasa berinteraksi dengan teman-teman seusia dan juga belajar banyak hal dari bahan ajar kreatif yang disediakan oleh Ibu guru. Selain itu beberapa kali ‘Si Mbah’ sendiri juga sering mendapat pelatihan tentang perlindungan dan tumbuh kembang anak.

Dibalik terfasilitasinya Ricky untuk bermain dan belajar di PAUD Al-Hidayah, ada jutaan orang yang juga telah banyak memberikan kebaikan-kebaikan kecil melalui UNICEF. Jutaan orang ini dalam diam menyisihkan sebagian rezekinya hingga dapat mendukung program PAUD Holistik Integratif UNICEF bekerjasama dengan pemerintah. Banyak diantaranya pelanggan Alfamart yang ikut memberikan kebaikannya di tahun 2014 dan 2015.

Jika Ricky memiliki ‘Si Mbah’ yang akan selalu menjadi penopang hidupnya. UNICEF pun sangat beruntung karena selalu diberikan dukungan dan kepercayaan tiada henti dari para mitra dan donatur. Karenanya upaya-upaya yang UNICEF lakukan untuk mengubah masa depan setiap anak melalui program-program pemerintah selalu bisa terlaksana dengan baik.

Ricky bersama teman-temannya di PAUD Al-Hidayah ©UNICEF/Dinda Veska/2017 

Ricky dan kebaikan kecilnya mengingatkan kita untuk terus berkolaborasi dan saling mendukung satu sama lain, demi menciptakan kehidupan yang lebih baik untuk setiap anak di dunia.