Monday, 6 November 2017

Isto, Agen Perubahan Kebersihan Menstruasi

Oleh: Dinda Veska, PSFR Communication Officer

Isto (11) menjadi agen perubahan di sekolahnya untuk melindungi anak-anak perempuan dari ejekan-ejekan soal menstruasi. @Dinda Veska/UNICEF Indonesia/2017


Terik matahari di Sumba Barat daya hari itu cukup menyengat kulit, siswa-siswi SD Lolaramo berlarian ke tengah lapangan dan bersiap untuk berlatih ekstra kurikuler tarian daerah. Mereka berbaris rapih, memberikan senyumnya lebar-lebar kepada para guru.

Di tengah-tengah latihan, seorang anak perempuan terlihat pucat dan meminta izin untuk istirahat sebentar. Isto (11) menawarkan diri untuk menemaninya ke ruang UKS. Mengetahui teman perempuannya sedang mengalami menstruasi, Isto melempar sedikit guyonan sambil jalan berdua menuju ruang UKS. Ia berpikir itu dapat sedikit mengalihkan rasa sakit di perut temannya.

“Menstruasi itu tanda ketika anak perempuan sudah tumbuh dewasa kak! Sebagai anak laki-laki aku harus siap membantu dan tidak boleh mengejek.” Seru Isto ketika di ruang kelas saya bertanya apa itu menstruasi.


Siswa-siswi SD Lolaramo setelah melakukan cuci tangan rutin di sekolah.
@Dinda Veska/UNICEF Indonesia/2017

Di kelas Isto termasuk anak yang aktif berbicara dan senang berguyon. Enam bulan lalu, di hari Senin tidak sengaja ia membuat salah satu anak perempuan di kelas menangis. Saat itu Isto belum mengerti kenapa ada bercak merah pada rok putih yang dikenakan oleh Inna. Karena tidak paham, Isto spontan mengejek dan membuat Inna ditertawakan oleh anak-anak lainnya.

Tidak lama setelah kejadian itu, guru olahraga di sekolah yang telah mendapat pelatihan dari Pemerintah Daerah dan UNICEF membawa satu paket buku tentang Manajemen Kebersihan Menstruasi. Buku komik tersebut diberikan kepada siswa-siswi kelas lima dan enam, perlahan-lahan Isto dan teman-temannya memahami tentang menstruasi.

Inna (12) tidak lagi membolos sekolah ketika menstruasi.
@Dinda Veska/UNICEF Indonesia/2017

Menurut wali kelasnya, Isto juga sempat menyampaikan permintaan maaf kepada Inna. Kini Isto juga  sangat diandalkan oleh gurunya dalam mengedukasi siswa-siswi lain terkait Manajemen Kebersihan Menstruasi. Ia juga paham betul apa yang harus dilakukan ketika teman perempuannya sedang datang bulan.

“Anak laki-laki harus menawarkan bantuan, Kak, kepada anak perempuan yang sedang menstruasi. Agar mereka tetap merasa nyaman.” Ungkap Isto.

Faktanya, menstruasi tidak hanya harus dimengerti oleh anak-anak perempuan, tapi juga anak laki-laki. Isto adalah sedikit dari banyak anak laki-laki di Indonesia yang akhirnya mengerti bahwa menstruasi bukan sesuatu hal yang tabu untuk dibicarakan bahkan tidak layak untuk dijadikan ejekan.

Menurut data yang didapat oleh U-Report pada Mei 2017, 17% U-reporters Perempuan diejek dan dirundung oleh sesama murid (terutama laki-laki) saat mengalami menstruasi. Hal ini sering kali membuat mereka memilih untuk membolos sekolah demi menghindari ejekan teman.

Saat ini, empat orang teman perempuan Isto di sekolah mengaku tidak lagi membolos ketika datang bulan. Selain itu anak-anak perempuan ini juga tidak akan tertinggal pelajaran di sekolah, jumlah akumulasi hari absen juga tidak lagi dikhawatirkan akan membuat mereka tinggal kelas atau bahkan dikeluarkan dari sekolah.

Buku komik tentang Manajemen Kebersihan Menstruasi yang diterbitkan oleh UNICEF bekerjasama dengan program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dari Pemerintah telah menghindarkan banyak Anak Perempuan Indonesia dari perundungan dan ancaman tinggal kelas.

Perubahan sikap dan pemahaman yang dialami oleh Isto adalah bukti bahwa anak-anak juga bisa dijadikan agen perubahan untuk lingkungan terdekatnya.