Annual Report

Showing posts with label Bondowoso. Show all posts
Showing posts with label Bondowoso. Show all posts

Monday, 18 April 2016

Bersama SATAP Meraih Harapan Hidup yang Lebih Baik



Anak lelaki itu serius memperhatikan gurunya yang sedang menunjukkan cara membuat kerajinan dari anyaman bambu. Bersama teman-temannya, ia mencoba menganyam sebuah keranjang seperti arahan gurunya.

“Bagus sekali keranjangmu, Nang, kuncinya sabar dan teliti supaya hasil anyamannya rapi,” kata sang guru kepada anak lelaki bernama Nanang Sujatmiko itu. Nanang duduk di kelas 8 SMPN SATAP Grujugan, Bondowoso

Di kelas, Nanang tampak ceria belajar dan bermain dengan teman-teman sebayanya. Seusai jam sekolah, ia bergegas pulang ke rumah dan mulai bekerja. Di usia sangat muda, Nanang yang lahir dari keluarga miskin sudah harus menanggung beban hidup keluarga membantu ibunya yang seorang buruh tani, setelah sang ayah meninggal dunia. Tugasnya setiap hari mencari rumput untuk sapi milik tetangga yang menjadi tanggung jawab bapaknya semasa hidup dan kerja tani serabutan lain demi mendapat penghasilan untuk makan sehari-hari.

Kondisi demikian membuat sekolah dengan segala biaya dan kebutuhannya menjadi hal yang tampak tidak terjangkau bagi Nanang dan ibunya. Beruntung di desanya ada Sekolah Satu Atap atau SATAP sehingga ia bisa melanjutkan pendidikan ke tingkat SMP. Lokasi sekolah ini bisa dijangkau dengan berjalan kaki sehingga Nanang tidak harus mengeluarkan biaya transportasi.

Wednesday, 23 March 2016

Rani Wijayanti, Kartini Masa Kini


"Banyak yang bisa kita pelajari dari berita di koran ini," kata seorang ibu guru kepada sekelompok siswa yang sedang melihat selembar surat kabar. Guru itu kemudian berjalan ke meja lain dan kembali terlibat percakapan seru dengan diselingi gelak tawa.

Pemandangan itu tampak di SMPN 2 Sekolah Satu Atap (SATAP) Botolinggo, Bondowoso, Jawa Timur dan ibu guru itu bernama Rani Wijayanti. Sosok guru IPS dan TIK ini tidak bisa dilepaskan dari SATAP tempat ia mengabdi selama lima tahun terakhir ini. ‘Mengabdi’ adalah kata yang tepat untuk menggambarkan dedikasi Ibu Rani. Meskipun honor yang ia terima setiap bulan sebagai Guru Tidak Tetap (GTT) sangat minim, hanya di kisaran Rp. 300.000,- saja, Ibu Rani yakin bahwa mengajar adalah sebuah pekerjaan mulia karena ilmu pengetahuan yang ia bagi dan ajarkan kepada para siswa akan menjadi bekal hidup mereka.

Botolinggo adalah daerah terpencil dengan fasilitas publik yang masih minim, termasuk dalam bidang pendidikan. Namun kondisi itu tidak menghalangi Ibu Rani untuk memenuhi panggilan jiwanya sebagai pendidik. Jarak pulang pergi dari rumah ke sekolah mencapai 50 km dan ia menempuh perjalanan itu dengan angkot sambil menggendong anak dan melanjutkannya dengan menumpang warga atau teman ke lokasi SATAP yang terletak di Dusun Lucu.

Thursday, 13 August 2015

Mengenal Lebih Dekat Pendidikan Satap di Bondowoso


Program Satap adalah jenjang pendidikan SD-SMP dimana kegiatan belajar mengajar dilakukan dalam satu atap.

Oleh David Damanik, Telefundraiser UNICEF 


Manajemen Berbasis Sekolah dalam satu atap (Satap) merupakan program pemerintah yaitu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang sudah dicanangkan sejak tahun 2005 dan merupakan program pemerintah dalam upaya mensukseskan wajib belajar 9 tahun.  Program satap adalah jenjang pendidikan SD-SMP dimana kegiatan belajar mengajar dilakukan dalam satu  atap ( lokasi ) dengan tujuan memberi kesempatan dan mempermudah anak – anak untuk mendapatkan pendidikan yang lebih layak sampai jenjang SMP.

Kesempatan kali ini saya akan berbagi kisah “field trip Unicef ke Bondowoso “dengan melihat langsung (observasi) salah satu program pendidikan yang sedang dilaksanakan Unicef yaitu Program Satap Bondowoso tgl 25-26 Mei 2015.