Monday, 13 January 2014

Topan Haiyan: Bagaimana UNICEF menanggapi kebutuhan kesehatan anak-anak

Seorang relawan mengukur lingkar lengan atas seorang anak, untuk mengukur status gizinya. © UNICEF/Dianan Valcarcel Silvela
Saya baru saja kembali dari Tacloban. Saya seorang spesialis kesehatan UNICEF dan ditugaskan di sana sebagai bagian dari dukungan global UNICEF untuk membantu memulihkan sistem kesehatan yang melindungi anak-anak pasca Topan Haiyan.

Meskipun telah kembali ke rumah saya di Bangkok, saya masih tercengang oleh kehancuran yang diakibatkan oleh serangan Topan Haiyan. Saya juga terkesan dengan kekuatan dan semangat warga yang terdampak. Di antara tumpukan puing-puing, ada tanda-tanda yang bertuliskan "kita akan bangkit kembali" dan "tidak berumah, tidak beratap tapi tidak putus asa".



Bukti dari kekuatan sang topan dapat dilihat di mana-mana. Berhektar-hektar pohon kelapa dedaunannya telah dilucuti. Gubuk-gubuk kayu telah rata dengan tanah, bangunan bata dan semen telah kehilangan atap dan jendela-jendelanya.

Fasilitas-failitas kesehatan pun mengalami kerusakan yang sama - atap, jendela dan dinding telah hancur dan memerlukan rekonstruksi total. Angin dan air banjir telah merusak pasokan obat-obatan, terputusnya aliran listrik berarti vaksin tidak bisa lagi digunakan, dan perlengkapan listrik seperti lemari es - elemen kunci dari sistim rantai dingin yang sangat penting untuk melindungi obat-obatan - tidak lagi berfungsi.

Anak-anak menerima vaksin polio sebagai bagian dari kampanye pasca topan. © UNICEF/Dianan Valcarcel Silvela

Pemerintah Filipina memperkirakan bahwa lebih dari US$ 2 juta akan dibutuhkan untuk membangun kembali sektor kesehatan di Tacloban, sementara biaya untuk pasokan medis dan farmasi masih belum ditentukan.

UNICEF Filipina mendatangkan perangkat medis dan anti diare senilai US$ 8 juta. Vaksin senilai US$ 2 juta telah dipesan untuk mengisi ulang pasokan pemerintah, dan perlengkapan sistim rantai dingin senilai US$ 10 juta (generator, lemari es khusus dan ruang pendingin untuk menyimpan vaksin) tengah dalam perjalanan.

Seiring dengan perangkat-perangkat medis yang penting ini, UNICEF akan membawa keahlian internasional untuk mendukung Departemen Kesehatan dalam membangun kapasitas untuk mengelola investasi jangka panjang dalam sistim rantai dingin. Tanpa sistim rantai dingin, obat-obat dan vaksin esensial yang melindungi anak-anak akan menjadi tidak efektif.

Bahkan sebelum bantuan tiba pun, UNICEF bersama dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan mitra lainnya telah menyelesaikan kampanye imunisasi yang akan melindungi ribuan anak-anak dari penyakit campak dan polio. Kampanye imunisasi ini juga digunakan untuk melakukan skrining gizi serta untuk menyediakan suplemen vitamin A.

Prioritas kesehatan kami saat ini adalah untuk memastikan bahwa imunisasi rutin kembali seperti sedia kala, dan untuk mendukung Pemerintah dalam memulihkan pelayanan kesehatan ibu, bayi dan anak, dengan fokus khusus pada diare serta pencegahan dan pengobatan demam berdarah.

Saluran listrik masih belum berjalan dan pembersihan terus berlanjut tapi - sekitar dua bulan setelah bencana - dapat terlihat sebuah pondok yang baru didirikan. © UNICEF / Nabila Zaka

Dengan semua pekerjaan yang harus kita lakukan, kadang-kadang mudah untuk melupakan bahwa perawat juga manusia. Saya bekerja dengan rekan-rekan pemerintah yang telah kehilangan anggota keluarga dan orang lain yang rumahnya sangat membutuhkan perbaikan. Banyak bidan yang tidak hanya telah kehilangan tempat tinggal, tetapi juga kehilangan rumah bersalin dan klinik.

Saya bertemu dengan seorang perawat Filipina yang merupakan bagian dari kelompok yang mencoba untuk membantu bidan memulai pekerjaan mereka lagi. "Kami mengumpulkan mereka dan membiarkan mereka menangis atas apa yang terjadi pada mereka dan orang yang mereka cintai. Tidak apa-apa untuk menangis dan melupakannya sebelum mengumpulkan keberanian untuk bangkit kembali," katanya.

Bekerja sebagai anggota tim Tacloban UNICEF adalah suatu kehormatan. Saya melihat para manajer yang duduk dengan tim mereka di tengah panas dan kelembaban, menggunakan senyum dan humor untuk meringankan suasana. Saya melihat rekan-rekan yang tingkat energinya tetap tinggi setelah bekerja berbulan-bulan untuk membantu dalam misi darurat berturut-turut. Saya juga bertemu anggota staf yang harus dipaksa untuk beristirahat - yang tidak sadar bahwa mereka kelelahan karena begitu sibuk memenuhi kebutuhan anak-anak di Tacloban.

Kami semua bersatu demi kesejahteraan anak-anak dan ini membuat saya - sekali lagi - begitu bangga menjadi bagian dari UNICEF!


Tentang penulis: Nabila Zaka adalah Spesialis Kesehatan Ibu dan Anak untuk UNICEF Asia Timur dan Pasifik.