Annual Report

Showing posts with label Tacloban. Show all posts
Showing posts with label Tacloban. Show all posts

Monday, 13 January 2014

Topan Haiyan: Bagaimana UNICEF menanggapi kebutuhan kesehatan anak-anak

Seorang relawan mengukur lingkar lengan atas seorang anak, untuk mengukur status gizinya. © UNICEF/Dianan Valcarcel Silvela
Saya baru saja kembali dari Tacloban. Saya seorang spesialis kesehatan UNICEF dan ditugaskan di sana sebagai bagian dari dukungan global UNICEF untuk membantu memulihkan sistem kesehatan yang melindungi anak-anak pasca Topan Haiyan.

Meskipun telah kembali ke rumah saya di Bangkok, saya masih tercengang oleh kehancuran yang diakibatkan oleh serangan Topan Haiyan. Saya juga terkesan dengan kekuatan dan semangat warga yang terdampak. Di antara tumpukan puing-puing, ada tanda-tanda yang bertuliskan "kita akan bangkit kembali" dan "tidak berumah, tidak beratap tapi tidak putus asa".

Monday, 18 November 2013

Topan Haiyan: Kisah Jhana dan Gwendolyn

Oleh: Kent Page, Senior Advisor Strategic Communications, UNICEF Filipina


Jhana dan perlengkapan kebersihan UNICEF di Tacloban
© UNICEF Philippines/2013/Kent Page

Gereja Our Lady of Perpetual Help di Tacloban telah menjadi rumah darurat bagi 300 keluarga yang rumahnya musnah oleh Topan Haiyan. Di antara mereka adalah Jhana, seorang ibu berusia 20 tahun dan putrinya yang baru lahir, Gwendolyn.

Gwendolyn lahir hanya satu minggu sebelum Haiyan melanda. "Topan menghanyutkan rumah kami" ucap Jhana sambil menyusui Gwendolyn di antara ratusan orang lain yang berlindung di gereja. "Tapi dia adalah malaikat saya dan saya akan melakukan segalanya untuk memastikan kesejahteraan hidupnya."

Thursday, 14 November 2013

Diary topan Haiyan: Lumpur dan reruntuhan di Tacloban

Nonoy Fajardo (Disaster Risk Reduction and Emergency Specialist)

Seorang anak yang terlantar akibat topan Haiyan di kota Tacloban, Filipina.
© UNICEF Philippines/2013/JMaitem
Saya telah bekerja di bidang kedaruratan selama lebih dari 15 tahun, dan saya benar-benar berpikir bahwa saya sudah pernah melihat semuanya. Tapi ketika saya sampai di Tacloban pada hari Senin sebagai anggota tim assessment PBB, saya sangat terkejut. Saat pesawat berjalan di landasan pendaratan, saya melihat lumpur dan reruntuhan - hanya lumpur dan reruntuhan - di mana tadinya ada banyak pohon, bangunan dan semua tanda-tanda kehidupan yang normal.

Segala sesuatu yang dulunya di dalam bangunan terminal bandara kini berada di luar, dan apa yang tadinya di luar menjadi berada di dalam, termasuk sebuah tangga eskalator. Kami diberitahu agar menghindari bagian bangunan yang hancur karena masih ada mayat di reruntuhan, di mana para karyawan bandara mencari perlindungan.