Monday, 18 November 2013

Topan Haiyan: Kisah Jhana dan Gwendolyn

Oleh: Kent Page, Senior Advisor Strategic Communications, UNICEF Filipina


Jhana dan perlengkapan kebersihan UNICEF di Tacloban
© UNICEF Philippines/2013/Kent Page

Gereja Our Lady of Perpetual Help di Tacloban telah menjadi rumah darurat bagi 300 keluarga yang rumahnya musnah oleh Topan Haiyan. Di antara mereka adalah Jhana, seorang ibu berusia 20 tahun dan putrinya yang baru lahir, Gwendolyn.

Gwendolyn lahir hanya satu minggu sebelum Haiyan melanda. "Topan menghanyutkan rumah kami" ucap Jhana sambil menyusui Gwendolyn di antara ratusan orang lain yang berlindung di gereja. "Tapi dia adalah malaikat saya dan saya akan melakukan segalanya untuk memastikan kesejahteraan hidupnya."


Pada sore hari, UNICEF dan ACF bekerja sama untuk mendistribusikan 300 paket kebersihan kepada keluarga yang berlindung di gereja. Setiap paket kebersihan berisi bahan kebutuhan pokok seperti sabun mandi dan cuci, pembalut wanita, sikat gigi dan pasta gigi, cukup untuk sebuah keluarga dengan enam orang. "Kami merasa beruntung hari ini", kata Jhana. "Malam ini kami punya sabun dan pasta gigi dan bisa mencuci pakaian kami!"

Besok adalah hari Minggu dan Jhana menantikan layanan gereja pertama sejak topan mendatangkan kehancuran di Filipina. "Aku akan berdoa untuk Gwendolyn agar menjadi bahagia dan sehat", ucap Jhana.

"Meskipun tak punya rumah, saya masih punya seorang malaikat yang cantik bersama saya", tambahnya. Gwendolyn pun tampak terus menghisap ASI dengan senang, seakan sadar betapa beruntungnya dia dan ibunya yang telah selamat dari topan Haiyan.

Hari ini dan kemarin, UNICEF dan para mitra seperti ACF telah mendistribusikan 2.500 paket kebersihan dan lebih banyak lagi sedang dalam perjalanan. Air Asia menyediakan pengangkutan gratis untuk 3.000 perlengkapan kebersihan UNICEF pada penerbangan mereka dari Manila ke Tacloban.

Jhana menyusui anaknya, Gwendolyn, di Tacloban
© UNICEF Philippines/2013/Kent Page