Wednesday, 13 November 2013

Diary topan Haiyan: "Tidak ada tempat untuk pergi"

Oleh Christopher de Bono (Regional Chief of Communication, UNICEF East Asia and Pacific)

Seorang ibu menggendong anaknya di Tacloban, Leyten, Filipina.
© UNICEF Philippines/2013/JMaitem

Saya baru saja berbicara di telepon dengan Leon Dominador Fajardo, atau sering dipanggil 'Nonoy', UNICEF Emergency Specialist di kota Tacloban. Ia adalah seorang profesional yang berpengalaman dalam menghadapi bencana, namun suaranya terdengar bergetar. "Orang-orang, keluarga dan anak-anak berjalan sepanjang jalanan yang hancur," ucapnya. "Saya tidak tahu mereka berjalan ke mana - tidak ada tempat untuk pergi."

Ia membutuhkan waktu satu jam hanya untuk keluar dari bandara karena puing-puing yang berserakan. Beberapa staf UNICEF lainnya terjebak di bandara selama semalam. Jalan-jalan hampir tidak bisa dilalui pada malam hari yang gelap gulita dan resiko kecelakaan sangat tinggi, bukan hanya untuk pengemudi dan pengendara tapi terutama untuk orang-orang yang berkemah di jalanan.

"Sangat banyak yang tidak memiliki apa pun. Anak-anak mereka lapar, ada yang sakit, dan mereka frustasi," jelasnya. Saya hanya bisa membayangkan bagaimana rasanya tidak bisa menghibur atau bahkan memberi makan anak perempuan saya. Kami pernah melalui masa-masa yang sulit, tapi saya selalu bisa memberinya makanan dan tempat tinggal, dan membantunya jika dia sakit. Saat ini para korban tidak bisa melakukan itu dan tidak ada tempat bagi mereka untuk memperoleh bantuan.

Media lokal telah melaporkan beberapa insiden penjarahan, namun Nonoy menggambarkan betapa terdesaknya warga sehingga mereka terpaksa "menyelamatkan" beras dari gudang penyimpanan yang rusak demi makan keluarga mereka.

Warga di sebuah kamp pengungsian di Tacloban, Leyte, Filipina
© UNICEF Philippines/2013/JMaitem

Bala bantuan dari tentara Filipina sekarang membantu polisi setempat memulihkan ketertiban di Tacloban. Tapi apa yang paling dibutuhkan warga tidak bisa ditemukan dan banyak pihak-pihak berwenang (pegawai pemerintah setempat) yang juga telah kehilangan keluarga dan rumah mereka.

Yang paling dibutuhkan anak-anak di Kota Tacloban sekarang adalah makanan, tempat berlindung, air bersih dan obat-obatan dasar. Masih ada harapan bagi mereka. Bandar udara kini telah berfungsi kembali dan pesawat-pesawat C130 menerbangkan pasokan bantuan darurat. Pemerintah setempat berusaha mengembalikan ketertiban yang diperlukan untuk mendistribusikan bantuan dan memenuhi kebutuhan masyarakat - perlahan dan disertai banyak tantangan, tetapi dengan dukungan penuh dari UNICEF dan para mitra kami.

Logistik adalah tantangan besar: mendapatkan bantuan dan keahlian untuk lokasi yang tepat; mencari bahan bakar untuk menggerakkannya; serta membangun sistem untuk distribusi dan komunikasi.

Dan masih banyak bagian negara yang berada di jalur topan Haiyan yang belum bisa diakses, jadi masih banyak yang belum kita ketahui dan banyak anak-anak, mungkin jutaan, yang sangat membutuhkan bantuan kita dan belum menerimanya.

Dua pusat pemukiman yang menjadi perhatian khusus adalah Palawan utara dan Ormac di Leyte, di mana kami belum tahu penderitaan seperti apa yang melanda korban dan berapa anak yang butuh bantuan. Besok kami akan mendapat informasi dari rekan-rekan yang baru saja tiba di Ormac. Mari berharap untuk yang terbaik.

Dua anak berjalan di kota Tacloban, Leyte, Filipina.
© UNICEF Philippines/2013/JMaitem

No comments:

Post a Comment