Thursday, 28 April 2016

Program Keluarga Harapan Wujudkan Masyarakat Sehat dan Peluang Masa Depan Terbaik untuk Setiap Anak

Oleh: Nuraeni, UNICEF Fundraiser

Pertama kali saya mendengar istilah Program Keluarga Harapan, satu hal yang terlintas di benak saya adalah semangat optimisme. Karenanya saya sangat gembira saat menerima kabar bahwa saya terpilih untuk ikut serta dalam kunjungan lapangan bersama tim UNICEF Indonesia untuk melihat dan mengenal lebih jauh tentang sejumlah program UNICEF di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah beberapa waktu lalu.

Agenda pertama saya di Kabupaten Brebes adalah menghadiri pertemuan di kantor BAPPEDA Kabupaten Brebes untuk bertemu dengan Forum Anak, Forum Pelindung Anak, dan para tenaga profesional untuk Program Keluarga Harapan. Forum anak di Kabupaten Brebes sangat aktif dalam berbagai kegiatan seperti melakukan sosialisasi ke sekolah dan ke masyarakat tentang hak-hak anak atau mengadakan bakti sosial. Forum anak Kabupaten Brebes juga selalu diundang dalam setiap musyawarah perencanaan pembangunan desa untuk menyuarakan pendapat mereka. 


Forum anak, Forum pelindung anak, dan pendamping PKH di Kabupaten Brebes.

Kehadiran program UNICEF di Kabupaten Brebes secara bertahap membantu pemerintah kabupaten melakukan perubahan menjadi kabupaten pelayanan ramah anak. Hal itu diwujudkan dengan inovasi pada 38 puskesmas dengan pelayanan ramah anak yang menyediakan ruangan bermain untuk anak. Dinas sosial Kabupaten Brebes juga telah mempunyai 187 tenaga pendamping profesional untuk anak dan menyediakan program TIARA ( Tekad Ibu dan Anak Sejahtera ) yaitu pelayanan untuk anak-anak yang membutuhkan perlindungan. Sedangkan dinas kesehatan Kabupaten Brebes telah memiliki sekelompok tenaga kesehatan terlatih untuk PMBA (Pemberian Makanan Bayi dan Anak ) dengan total 720 kader dan 61 bidan desa. Perwujudan pelayanan ramah anak juga sudah diterapkan di 263 sekolah di Kabupaten Brebes untuk mengurangi jumlah siswa yang terpaksa putus sekolah dikarenakan kasus bullying dan juga faktor ekonomi.

Kunjungan saya selanjutnya yang juga sangat berkesan adalah kegiatan sosialisasi program UNICEF yang bekerja sama dengan pemerintah daerah Kabupaten Brebes yaitu Program Keluarga Harapan Prestasi atau biasa disebut dengan PKH di Desa Pebatan. PKH adalah program yang memberikan insentif untuk membantu keluarga sangat miskin, termasuk membantu pemeriksaan kesehatan ibu hamil dan balita ke puskesmas dan posyandu. Program ini juga telah diadopsi oleh pemerintah nasional. Kerjasama UNICEF dengan pemerintah daerah dalam program PKH ini tidak hanya memberikan bantuan insentif tetapi juga memberikan pelatihan dan penyuluhan kepada para kader untuk dapat mempunyai pengetahuan lebih tentang hidup sehat dan bersih sehingga para kader bisa berbagi pengetahuan dengan ibu-ibu yang lain. Program ini bertujuan untuk membantu masyarakat serta para bidan di bidang kesehatan dan hal ini sangat penting guna memberikan setiap anak peluang untuk meraih masa depan terbaik mereka.

Buku panduan yang dimiliki oleh pendamping PKH untuk melakukan sosialisasi.

Hari itu, kegiatan sosialisasi yang dilakukan oleh pendamping PKH di Desa Pebatan membahas mengenai mengenai pentingnya memberikan ASI eksklusif kepada bayi yang diikuti oleh kelompok ibu-ibu desa, bidan desa, ahli gizi dan juga para kader kesehatan. Sosialisasi terdiri dari beberapa tahap antara lain menonton video mengenai Inisiasi Menyusui Dini, pembagian kelompok untuk membahas mengenai kekurangan dan kelebihan dalam memberikan ASI eksklusif, serta yang terakhir adalah tanya jawab antara ibu-ibu warga desa dengan pendamping PKH, bidan desa dan juga ahli gizi mengenai mitos dan fakta dari pemberian ASI eksklusif. Sosialisi pendamping PKH juga selalu ditutup dengan beberapa permainan dan juga menyanyikan lagu-lagu yang mengandung makna untuk melakukan ASI eksklusif.

Aktivitas kegiatan sosialisasi di Desa Pebatan

Saya juga berkesempatan mengunjungi kegiatan posyandu di Desa Pemawon yang rutin dilakukan setiap satu bulan sekali. Kegiatan ini biasanya dihadiri oleh 5 orang kader kesehatan, 2 orang bidan desa dan 1 orang ahli gizi.

Aktivitas di posyandu termasuk penimbangan berat badan bayi, pengukuran tinggi badan dan juga lingkar kepala serta konseling. Penimbangan berat badan dilakukan untuk mengetahui perkembangan pertumbuhan bayi. Pengukuran tinggi badan dan lingkar kepala sangat penting karena banyak terdapat bayi yang mengalami hambatan pertumbuhan atau stunting.

Kegiatan penimbangan berat badan.

Kegiatan pengukuran tinggi badan bayi

Konseling dilakukan dalam bentuk konsultasi yaitu kader akan bertanya kepada ibu bayi mengenai asupan gizi yang diberikan. Kemudian kader mengisi buku kesehatan ibu dan bayi guna mengecek perkembangan bayi setiap bulannya. Kepada kami, para kader berbagi cerita mengenai kendala yang mereka hadapi selama melakukan penyuluhan seperti orang tua yang kerap lalai mengikuti nasihat tentang asupan makanan yang harus diberikan kepada anaknya.

Usai mengikuti kegiatan posyandu, bayi biasanya diberikan makanan bernutrisi misalnya bubur kacang hijau dan susu kedelai. Jika ada ibu yang berhalangan datang ke posyandu, maka kader PMBA akan datang ke rumah mereka. Sejak program PKH dijalankan pada 2012, Kabupaten Brebes mencatat kenaikan antara 5 hingga 7 per tahun dalam pemberian ASI eksklusif.

Kegiatan konseling di posyandu Desa Pemawon

Dari posyandu, saya mengunjungi Puskesmas Wanasari untuk menghadiri pertemuan para pendamping PKH di Kabupaten Brebes dengan bidan-bidan dan kepala puskesmas dari Kecamatan Wanasari. Pertemuan berisi dengan diskusi mengenai program PKH yang sudah dijalankan dari tahun 2012 dan akan berakhir pada bulan September 2016. Program PKH terdiri dari 8 sesi dan fokus untuk Kabupaten Brebes adalah gizi serta sanitasi.

Di akhir pertemuan, Kepala Puskesmas Wanasari menyampaikan harapan agar program pendamping PKH terus dilanjutkan karena program ini sangat membantu masyarakat serta para pekerja kesehatan di Kabupaten Brebes.

Bidan desa, ahli gizi, dinas kesehatan, pendamping PKH, Kepala Puskesmas Wanasari, dan konsultan UNICEF Kabupaten Brebes

No comments:

Post a Comment