Annual Report

Showing posts with label Nahdlatul Ulama. Show all posts
Showing posts with label Nahdlatul Ulama. Show all posts

Monday, 7 July 2014

Kyai dan Ulama Memelopori Perubahan Masyarakat untuk Menurunkan Stunting

By Iwan Hasan

Kyai Subhan di pesantrennya di Brebes, Jawa Tengah. © UNICEF Indonesia/2014/Iwan Hasan

BREBES, Indonesia, April 2014 - Subhan Makmun, atau biasa disapa Kyai Subhan, berpenampilan seperti seorang ulama tradisional biasa. Ia tinggal bersama ribuan santri-santrinya di sebuah pesantren di Brebes, Jawa Tengah. Ia selalu mengenakan sarung dan sebuah peci hitam.

Namun penampilan dapat mengecoh. Pandangan Kyai Subhan terhadap Syariah Islam sangat progresif. “Islam itu luas, tidak sempit”, ucapnya.

Berkat pengetahuannya yang luas tentang hukum Islam, Kyai Subhan adalah salah satu ulama yang paling dihormati di Jawa Tengah. Bacaanya tidak terbatas kepada buku-buku Islam klasik. Ia mengaku pernah membaca buku “Penuntun Hidup Sehat” yang diterbitkan oleh UNICEF bersama dengan beberapa badan PBB lainnya serta Kemenkes. 

Friday, 23 August 2013

UNICEF Indonesia dan Nahdlatul Ulama bersama memerangi stunting

Kepala Perwakilan UNICEF Indonesia Angela Kearney bersama K.H Said Aqil Siradj, Ketua PBNU

Jakarta, Agustus 2013 – UNICEF Indonesia menandatangani sebuah kemitraan dengan Nahdlatul Ulama (NU), organisasi Islam terbesar di Indonesia, untuk meningkatkan segala usahanya dalam rangka memperbaiki status gizi anak dan mengurangi tingkat prevalensi balita pendek (stunting).

Kolaborasi ini fokus pada penyelesaian masalah balita pendek melalui penguatan program pemberian Dana Tunai Bersyarat pemerintah, yang dikenal dengan PKH. Model ini sedang diujicobakan di dua kabupaten: Brebes di Jawa Tengah dan Sikka di Nusa Tenggara Timur, melalui program yang bernama PKH Prestasi.

Bagi UNICEF Indonesia, kerjasama dengan organisasi Islam ini merupakan yang pertama kalinya. Dengan perkiraan jumlah pengikut sekitar 50 juta orang, Nahdlatul Ulama merupakan salah satu organisasi Islam terbesar di dunia. Sekitar 60% penduduk Brebes adalah pengikut, sehingga NU memiliki basis massa dan pengaruh yang kuat. NU memiliki mayoritas afiliasi dengan pesantren besar di seluruh Indonesia, termasuk di Brebes. NU juga mendanai rumah sakit dan sekolah, baik yang khusus Islam maupun umum.