Annual Report

Showing posts with label penyakit. Show all posts
Showing posts with label penyakit. Show all posts

Monday, 21 August 2017

Imunisasi untuk Tian dan Mimpi Anak Indonesia

Oleh: Dinda Veska – PSFR Communication Officer

 
Jari kelingking Tian (6) dicoret dengan spidol, pertanda telah mendapat imunisasi Campak dan Rubella. @Dinda Veska/UNICEF Indonesia/2017

Masih terlalu pagi ketika Tian berlari dengan penuh tawa dan riang gembira menuju sekolah yang berjarak satu gang dari rumah. Akhir pekan sebelumnya ibu guru sudah memberi pengumuman bahwa hari ini sekolah akan kedatangan petugas imunisasi.

Kebanyakan anak yang bersekolah di TK Serba Guna, Tegal Sari, Surabaya ini tidak berdaya menghadapi jarum suntik. Saat petugas imunisasi tiba di sekolah, kehebohan dimulai dengan jeritan anak perempuan dan tangisan beberapa anak laki-laki.

Tetapi tidak dengan Tian, ketika Petugas Imunisasi tengah sibuk menyiapkan peralatannya, Tian justru

Thursday, 18 May 2017

Memenuhi Hak Anak untuk Aris

Oleh: Dinda Veska, Fundraising Communication Officer


Aris (7) usai sembuh dari demam akibat Virus Rubella
© Dinda Veska/ UNICEF / 2017

Demam dan Campak Jerman
Keceriaan dan aktifitasnya di sekolah terganggu tiba-tiba saja pada Februari kemarin, Aris (7 tahun) mengalami demam tinggi hingga 38 derajat celcius sepulang dari sekolah. Ibunya yang juga merupakan seorang kader kesehatan memberikan Aris obat penurun demam dan mengompresnya. Hingga malam hari suhu tubuhnya tidak kunjung menurun.

Keesokan harinya Aris dibawa ke Puskesmas Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten. Petugas kesehatan setempat mengambil contoh darah Aris untuk diperiksakan ke laboratorium di Yogyakarta. Selang beberapa hari hasil pemeriksaan darah Aris menunjukkan bahwa

Wednesday, 15 May 2013

Oralit dan Zinc: Solusi sederhana penyelamat nyawa anak-anak.



Veronika sangat lemas karena
kehilangan banyak cairan tubuh
©UNICEF Indonesia/2013/Rob Patmore
Hari masih cukup pagi di Tambolaka, Sumba, ketika Teresia dan suaminya bergegas membawa putri mereka untuk diobati. Veronika dalam keadaan sangat lemah, dan telah kehilangan banyak cairan tubuh. Ketika ia mulai muntah-muntah dan mencret, seorang supir Angkot segera mengantarkan mereka ke Puskesmas setempat.

Usia Veronika adalah 1,5 tahun, dan ia menjadi semakin lemah dengan setiap jam yang berlalu karena diare dan dehidrasi yang dialaminya. Teresia hanya bisa menatap sedih dan memeluk Veronika dengan erat, sambil berharap nyawa putrinya bisa diselamatkan.

"Kami sangat takut dan khawatir," kata Teresia. "Kami pernah mendengar bahwa anak-anak bisa mati dari hanya diare," tambahnya sambil melihat putrinya. Salah satu petugas kesehatan tiba dengan sebuah sachet oralit kecil. Ia juga diberi tablet zinc yang diencerkan dalam satu sendok teh air, yang akan membantunya melawan diare yang bisa mematikan ini.

Dengan setiap tegukan, hidup seolah-olah mengalir kembali ke tubuh mungil Veronika. Hebatnya, hanya dalam beberapa jam, kondisinya membaik secara dramatis dan ia pun bisa tersenyum lagi. Anda dapat membayangkan air mata kelegaan dan kebahagiaan yang mengalir di wajah Teresia saat ia sadar putrinya tidak menderita lagi.

Tuesday, 30 April 2013

Malaria, penyakit yang paling ditakuti seorang ibu


Eta (6 tahun) dan ibunya, Deborah
© UNICEF Indonesia / 2013 / Rob Patmore
Tidak ada perasaan yang lebih sedih bagi seorang ibu daripada berpikir bahwa ia akan kehilangan anaknya.  Namun, di Sumba, salah satu pulau di Indonesia di Nusa Tenggara Timur, terlalu banyak ibu telah menyaksikan anak-anak mereka meninggal  dunia akibat malaria. Malaria terinfeksi melalui gigitan nyamuk yang endemik di pulau Sumba.

Deborah mengerti perasaan ini. Putrinya, Eta, pernah mengalami demam tinggi sampai ia gemetar. "Saya pikir dia akan mati," Deborah ingat bagaimana takutnya ia malam itu.

Eta dibawa ke Puskesmas terdekat dan diambil darahnya untuk di tes. Hasil tes menyatakan ia terkena malaria, dan salah satu jenis yang paling berbahaya.