Oleh
Cory Rogers, UNICEF Indonesia Communication Officer

Stevlin menjalani USG di Puskesmas Sorong, Papua Barat.
Sorong: Stevlin,
32, ibu dari lima anak, berbaring di atas dipan pemeriksaan diiringi dengung
mesin USG.
Tak lama kemudian, suara detak jantung mengisi ruangan.
Stevlin tersenyum lebar: mendengar denyut jantung calon bayi untuk pertama
kalinya merupakan pengalaman yang unik.
Untuk pemeriksaan kehamilan itu, Stevlin datang ke
Puskesmas Malawei di Sorong, Provinsi Papua Barat.
“Saya harus pastikan kehamilan berjalan lancar agar bayi
saya dapat lahir dengan sehat,” katanya. Kedua alisnya bertaut. Pada awal tahun
2000, Stevlin pernah kehilangan seorang anak akibat komplikasi penyakit. Kini,
ia bertekad berusaha semampu mungkin untuk memastikan kesehatan sang bayi.
Artinya, Stevlin harus mengonsumsi makanan sehat, berolahraga, cukup
beristirahat, dan menjalani pemeriksaan kesehatan—terutama HIV.
“Di Papua Barat, risiko HIV 15 kali lebih tinggi dari
rata-rata nasional. Menjalani tes HIV wajib bagi para ibu mengandung di sini,”
kata Beth Nurlely, UNICEF Indonesia Health Officer di Papua Barat. Tanpa
pengobatan, 1 dari 3 anak berisiko tertular HIV dari ibu. Namun begitu, di Indonesia,
hanya 14 persen ibu yang pernah melakukan tes penting itu.





