Monday, 9 June 2014

Memberikan awal hidup yang bergizi untuk bayi di Klaten

Desa Pandes, Jawa Tengah, Mei 2014 - Sebagai kepala bagian penggalangan dana dan kemitraan swasta UNICEF Indonesia, saya menghabiskan banyak waktu saya di kantor – baik di meja saya, dalam rapat ataupun di telepon. Namun pada awal Mei, saya menemukan diri saya bersila di lantai sebuah rumah bambu di desa Pandes, Jawa Tengah, menyaksikan sekelompok ibu hamil bermain permainan memancing.

Saya datang dengan beberapa rekan untuk melihat salah satu program UNICEF dalam aksi. Bersama Pemerintah Indonesia, kami telah membantu perlatihan bidan setempat dan beberapa relawan, atau dikenal sebagai kader, untuk mengajarkan perempuan tentang nutrisi yang baik selama kehamilan dan setelah bayi mereka lahir. Para kader juga bekerja sama dengan ayah dan anggota masyarakat senior supaya mereka bisa mendukung para ibu baru.


Calon-calon ibu belajar tentang ASI dan gizi melalui permainan di Desa Pandes, Jawa Tengah. © UNICEF Indonesia/2014/Anup Tiwari

Enam atau tujuh ibu hamil duduk membentuk lingkaran di lantai, dan secara bergiliran mereka mencoba ‘memancing’ sebuah potongan kertas berbentuk ikan dari tengah lingkaran dengan menggunakan pancingan. Banyak senyum dan tawa menghiasi ruangan ini.

Di bagian belakang setiap ikan tertulis sebuah kata - misalnya "makanan" atau "kebersihan". Lalu, sang penangkap ikan akan berbicara tentang pendekatan mereka terhadap topik tersebut. Peserta lain pun akan kemudian mendiskusikan pengetahuan dan pengalaman mereka masing-masing.

Para bidan dan relawan mendengarkan dan memperbaiki setiap kesalahpahaman yang ada tentang gizi selama kehamilan, dan tentang menyusui bayi yang baru lahir. Mereka memastikan para peserta belajar tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif hingga anak berusia 6 bulan. Mereka juga menawarkan saran tentang cara menggendong bayi selama menyusui dan seberapa sering mereka perlu diberi makan.

Dedikasi tim kader relawan sangat mengesankan. Bersama-sama, mereka telah membuat sebuah seragam yang mereka semua pakai dengan bangga. Tampak jelas adanya rasa kemasyarakatan yang kuat di desa ini. Sistem politik Indonesia telah didesentralisasikan, sehingga kepala desa kini bisa memutuskan bagaimana dana mereka digunakan demi kesejahteraan warga. Para kader relawan pun tampak termotivasi oleh perasaan adanya kendali terhadap nasib mereka sendiri.


Seorang anak sedang ditimbang di Posyandu Desa Paseban, Klaten. 
© UNICEF Indonesia/2014/Anup Tiwari

Pelatihan kader dan bidan merupakan bagian dari program gizi UNICEF di Jawa Tengah. Lebih dari sepertiga balita di Indonesia pertumbuhannya terhambat atau terlalu pendek untuk usia mereka (stunting), karena tidak mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan pada anak usia dini. Efek dari stunting adalah seumur hidup dan tidak dapat diubah. Anak-anak yang mengalami stunting pun berkemungkinan lebih besar untuk menjadi miskin, kurang sehat, berpendidikan rendah dan lebih rentan terhadap penyakit ketika dewasa nanti. 

UNICEF mempromosikan pemberian ASI eksklusif untuk bayi sampai mereka mencapai usia 6 bulan. Kami bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia untuk memastikan bidan dan petugas kesehatan dilatih untuk mengajarkan ibu bagaimana cara menyusui dan bagaimana mengukur berat anak-anak untuk memastikan mereka tumbuh dan berkembang secara sehat.