Friday, 4 December 2015

UNICEF sambut komitmen Gubernur untuk mengakhiri kekerasan terhadap anak

Oleh Kinanti Pinta Karana, Spesialis Komunikasi UNICEF Indonesia

Gubernur Ganjar Pranowo (tengah, bertopi hitam) mengatakan anak-anak Indonesia harus tumbuh dengan hebat karena mereka adalah pemimpin masa depan.  © UNICEF Indonesia/2015/Julianingsih

Derai tawa anak-anak terdengar di halaman gedung DPRD Semarang dimana ratusan orang berkumpul untuk merayakan Hari Anak Sedunia.

Tamu kehormatan dalam acara yang diselenggarakan oleh pemerintah provinsi Jawa Tengah bersama UNICEF dan sejumlah mitra lainnya adalah Gubernur Ganjar Pranowo.

Ia menunjukkan dukungan besar terhadap kesejahteraan anak Indonesia dengan bergabung dalam kampanye Pelindung Anak. “Anak-anak di Jawa Tengah harus tumbuh hebat karena mereka akan menjadi pemimpin Indonesia masa depan,” kata Bapak Ganjar setelah ia mendaftar online sebagai Pelindung Anak.


Gubernur Ganjar Pranowo setuju dengan pesan kampanye Pelindung Anak dan ia mengajak semua masyarakat Jawa Tengah agar menjadi orang tua dari semua anak (Foto: Naning Julianingsih/UNICEF Indonesia)

 Pelindung Anak adalah kampanye yang diluncurkan oleh UNICEF dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak awal tahun ini untuk meningkatkan kesadaran terhadap dampak kekerasan terhadap anak dan menciptakan gerakan yang membantu mengakhiri perlakuan salah terhadap anak.

Inti dari kampanye ini adalah sebuah website (www.pelindunganak.org) yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman terhadap bermacam-macam jenis kekerasan dan dampaknya terhadap anak-anak. Website itu juga memberikan informasi kemana korban bisa mendapat pertolongan sekaligus membentuk komunitas online dimana topik ini bisa didiskusikan dan berbagai informasi berguna bisa dibagi.

Kampanye itu sendiri meliputi iklan layanan masyarakat untuk televisi, konten media sosial dan billboard digital, semuanya mengacu kepada falsafah Gotong Royong dengan pesan: “Semua anak adalah anak kita.”

 “Pesan itu sangat tepat. Setiap orang bisa dan harus menjadi orang tua dari semua anak untuk melindungi mereka dari kekerasan. Saya menyerukan kepada semua masyarakat Jawa Tengah untuk menjadi orang tua dari anak-anak kita sehingga mereka bisa tumbuh menjadi orang yang luar biasa,” kata Bapak Ganjar.

Ia bergabung dengan sejumlah figur publik lain yang sudah lebih dulu mendaftar sebagai Pelindung Anak termasuk Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Ibu Yohana Yembise dan Duta Nasional UNICEF Indonesia Ferry Salim.

“Kami sangat berterima kasih untuk dukungan Bapak Ganjar Pranowo terhadap Pelindung Anak. Kami berharap semua gubernur lain akan mengikuti langkah beliau dan berkomitmen penuh untuk mengakhiri kekerasan terhadap anak,” kata Kepala Perwakilan UNICEF Indonesia Gunilla Olsson.

Sebagai bagian dari kampanye itu, UNICEF juga menyebarkan informasi penting tentang sifat dan cakupan kekerasan terhadap anak di Indonesia yang meliputi:

  • 40 persen anak berusia 13-15 tahun melaporkan pernah diserang secara fisik sedikitnya satu kali dalam satu tahun.
  • 26 persen anak melaporkan menerima hukuman badan dari orang tua atau pengasuh mereka di rumah. 
  • 50 persen anak melaporkan bahwa mereka di-bully di sekolah. 
  • 45 persen perempuan muda dan anak perempuan Indonesia percaya bahwa suami/pasangan dibenarkan memukul istri/pasangannya dalam kondisi-kondisi tertentu. 

“Mencegah kekerasan terhadap anak harus dilakukan sebagai upaya kolektif oleh orang tua, guru, tetangga, sektor privat, masyarakat sipil dan pemerintah bersama dengan anak-anak dan orang muda itu sendiri. Hanya karena kita tidak bisa melihat kekerasan, tidak berarti kekerasan itu tidak terjadi. Kita semua punya tanggung jawab untuk menyorot yang tidak terlihat,” kata Ibu Gunilla.

Bergabunglah sebagai Pelindung Anak di www.pelindunganak.org.