Thursday, 21 January 2016

Virus Inspiratif Kabupaten Klaten: Hari Kedua

Oleh: Femmy, In-House Face To Face UNICEF Surabaya

Baca blog Femmy yang sebelumnya: Hari Pertama

Hari kedua dipusatkan di Dukuh Gajihan, Desa Pandes, Kecamatan Wedi.

Meeting point dilakukan di Dinas Kesehatan Klaten untuk bertemu dengan Mbak Reta yang bertugas menemani kami meninjau.

Tempat pertama yang dituju adalah kantor PKK yang sering disulap menjadi ruang serba guna. Kami kembali bertemu dengan Ibu Sri Budiati selaku bidan desa yang inspirational. Tidak salah memang jika Desa Pandes menjadi desa percontohan nasional karena banyak gebrakan dan program unik yang berjalan sampai sekarang dan didukung oleh semua pihak terkait.

Beberapa hal lain yang ada di Desa Pandes dan Klaten;

  • Sekitar 20 - 30% anak usia di bawah 20 tahun hamil, baik dikarenakan Pernikahan Dini ataupun MBA
  • GPRS (Gerakan Peduli Remaja Sehat) berfungsi untuk mempersiapkan wanita agar nanti ketika menikah dan hamil, tubuhnya dalam keadaan prima. Sehingga anak yang dikandungnya nanti tidak punya resiko terkena gizi buruk / stunting / lainnya.
  • Nenek ternyata punya andil tinggi dalam mensupport ibu memberikan ASI dan Makanan Pendamping (MP ASI)
  • Cafe Baby untuk membantu ibu-ibu yang kerepotan mempersiapkan sarapan di pagi hari. Ini adalah alternatif support untuk para ibu dan tujuannya bukan untuk profit.



Selamat datang di Cafe Baby!

Setelah itu kami menuju ke rumah Pak Danang, rumah penduduk yang terletak tidak jauh dari situ dan digunakan untuk kegiatan desa. Sebenarnya Desa punya ruangan juga, tapi masyarakat lebih senang di rumah Pak Danang karena lebih terbuka.

Pagi itu kami melihat langsung kegiatan Kelompok Pendukung, ada kelompok Ibu hamil, Ibu ASI eksklusif, bahkan kelompok Lanjut Usia (Lansia).

Bersama para peserta Kelompok Pendukung.

Selama hamil, gizi harus tercukupi dan juga rutin melakukan senam hamil demi kelancaran persalinan. Saat hamil biasanya suami dan orang terdekat biasanya sangat supportive. Akan tetapi setelah melahirkan dan atau setelah ASI eksklusif 6 bulan, biasanya sudah mulai kendur. Dianggapnya semua sudah selesai. Nah inilah salah satu manfaat Kelompok Pendukung dan Buku Konseling.

Dari kelompok pendukung diakui bahwa setelah ASI eksklusif selama 6 bulan maka selanjutnya adalah Makanan Pendamping ASI. Nah, itu adalah saat kritis dimana terkadang ibu lupa kalau ASI masih perlu / kurang paham kalo MP-ASI tidak bisa asal-asalan.

Ibu hamil dan ibu menyusui bahkan punya buku konseling untuk merecord dan memastikan apa-apa saja yang perlu dilakukan sudah terlaksana.

Makanan untuk bayi < 6 bulan, 7 - 8 bulan, 9 - 12 bulan, 1 - 5 tahun ternyata juga berbeda-beda. Semua ada tahapannya. Dan kalau anak tidak mau makan, Ayahnya tidak boleh cuek menganggap ini hanya urusan sang Ibu.

Yang terakhir, adalah kelompok Lansia. Tujuannya adalah agar lansia tidak stres, punya teman diajak bicara dan kegiatan bermanfaat lainnya (termasuk senam dan menyanyi)

Lirik lagu tentang ASI dalam Bahasa Jawa

Setelah itu kami kembali lagi ke gedung PKK, melakukan touring di sekeliling dan menyanyikan salah satu koleksi lagu tentang ASI. Lagu ini merupakan bagian dari upaya kampanye terhadap masyarakat agar masyarakat lebih menggunakan ASI daripada susu formula.

Thanks for having us at Pandes Village. Such a great inspirational work :)



1 comment: