Annual Report

Showing posts with label akhiri kekerasan. Show all posts
Showing posts with label akhiri kekerasan. Show all posts

Monday, 27 February 2017

Melindungi Yessi dari Kekerasan

Oleh: Dinda Veska


Perlindungan untuk Anak Indonesia ©UNICEF/2016


Yessi* masih berusia tiga tahun saat ditinggal kedua orang tuanya pergi menjadi buruh migran ke negara tetangga. Jauh dari harapan Sang Ayah dan Ibu yang mempercayakan anaknya dibesarkan oleh orang lain. Yessi justru tidak mendapat perlakuan baik selama hidup bersama kerabat dari Sang Ayah, ia lebih sering mengalami kekerasan.

Sejak memutuskan bekerja di luar Indonesia, orang tuanya pun tidak pernah mengunjungi Yessi, mereka berpisah di tengah perantauannya di Malaysia.

Yessi tetap kuat bertahan hidup meski kerap mendapat perlakuan buruk selama bertahun-tahun. Sayangnya ini bukan arena pertempuran untuk anak sekecil Yessi, ia hanya bisa diam dan menerima kondisi hidupnya.

Tuesday, 3 December 2013

Mengakhiri Kekerasan di Sekolah Lewat Disiplin Positif

Devi Asmarani


Setahun setelah memulai program Disiplin Positif, suasana di kelas telah berubah total. Siswa tidak takut guru mereka lagi. ©UNICEFIndonesia/2013/Esteve.

Selama 24 tahun mengajar, guru kelas 5 Darius Naki Sogho sering menggunakan tangan atau tongkat rotan untuk menghukum murid-muridnya.

“Saya dulu sering memukul murid-murid saya kalau mereka nakal atau tidak memperhatikan saya di kelas,” ujar Bapak Darius.

Namun setahun terakhir ini, Bapak Darius telah belajar untuk menguasai emosinya di kelas, dan berusaha mengajar dengan cara yang tidak menyakiti atau menakutkan murid-muridnya.

Ia melakukan ini melalui pendekatan Disiplin Positif, metode pengajaran yang sedang dilatih untuk sekelompok guru di Papua sebagai bagian dari kerjasama UNICEF dan pemerintah daerah untuk mengakhiri kekerasan di sekolah.

Friday, 22 November 2013

Indonesia meluncurkan kampanye anti kekerasan terhadap anak (#ENDviolence)

Oleh: Michael Klaus


Direktur Kesejahteraan Sosial Anak di Kementerian Sosial, Edi Suharto (kiri), menghubungi helpline TeSA 129 untuk mencari tahu tentang jenis masalah yang sering dilaporkan anak. ©UNICEF Indonesia/2013/Dionisio 

JAKARTA, 20 November 2013 - Pada Hari Anak Universal, Indonesia bergabung dengan inisiatif global yang dinamakan #ENDviolence against Children.

"Peluncuran kampanye hari ini hanyalah awal dari sebuah proses yang panjang. Kami telah berhasil membentuk aliansi yang kuat untuk meningkatkan kesadaran tentang dampak kekerasan pada anak-anak dan untuk memperkuat pencegahan dan sistem respon. Selama beberapa bulan mendatang, kami akan bekerja keras untuk mendapatkan lebih banyak mitra lagi," ucap Deputi Perwakilan UNICEF Indonesia Marc Lucet pada acara yang diselenggarakan bersama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementerian Sosial, Kementerian Komunikasi dan Informatika, serta Komisi Perlindungan Anak.

Sejauh ini, Indonesia tidak memiliki data nasional tentang kekerasan terhadap anak. Pemerintah dengan dukungan dari US Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dan UNICEF tengah melakukan survei nasional tentang prevalensi kekerasan fisik, emosional dan seksual terhadap anak laki-laki dan perempuan di 25 dari 33 provinsi. Hasil dan rekomendasi survey ini akan dipublikasikan tahun depan.